Kejanggalan Market

     Secara teori konvensional, ketika suku bunga dan yield obligasi meroket, emas (XAU/USD) seharusnya hancur karena tidak memberikan imbal hasil bunga (non-yielding asset). Namun, pergerakan grafik Anda menunjukkan pola struktural gelombang (Wave) yang sangat sinkron dan logis jika dilihat dari sudut pandang Krisis Fiskal, Risiko Stagflasi, dan Antisipasi Rapat Kebijakan FOMC September 2026.

A. Hubungan US02Y vs US10Y (Pemicu Utama dari Sisi Yield)


Jika kita perhatikan grafik US02Y dan US10Y, keduanya mengalami akselerasi kenaikan yang sangat tajam sejak Juli hingga puncaknya pada pertengahan September 2026 ini, di mana US10Y berhasil menyentuh level psikologis makro 5.0%.


A).   Logika Pendek (US02Y)

Hasil grafik US02Y yang naik secara impulsif dalam struktur wave 1-2-3-4-5 mencerminkan bahwa pasar sedang secara agresif memprorogasi kenaikan suku bunga oleh The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh sebesar +25 BPS pada rapat FOMC minggu ini. Sisi pendek kurva ini sangat sensitif terhadap arah kebijakan moneter jangka pendek.


 

Gambar 1 : Obligasi AS 2 Tahun

Sumber : Trading View


B).   Logika Panjang (US10Y)

Mengapa US10Y juga ikut terbang ke 5%, Karena inflasi inti (Core CPI) kembali memanas di angka 0.3% dan harga minyak mentah Brent melonjak menembus $100/barel akibat konflik AS-Iran serta gangguan suplai di Laut Merah. Kenaikan US10Y ini didorong oleh ketakutan akan inflasi jangka panjang (Inflation Fears) dan term premium, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi yang sehat. ditambah beban utang nasional AS yang resmi menembus $40 Triliun.

 

Gambar 2 : Obligasi AS 10 Tahun

Sumber : Trading View

B. Emas (XAU/USD) Tetap Bertahan di Atas dan Membuat Struktur Impulsif

Mari lihat grafik XAU/USD. Emas sempat mencetak siklus bullish impulsif (Wave 1 hingga Wave 5) dari pertengahan Juli hingga akhir Agustus 2026 (mencapai area dekat $4,700). Saat yield US10Y mencapai 5% di bulan September, emas memang mengalami koreksi (Wave A-B-C), namun harganya menolak jatuh lebih dalam dan tertahan kuat di kisaran $4,270 - $4,340.


Gambar 3 : XAUUSD

Sumber : Trading View

Logika di Balik Kekuatan Emas:

A).  Debasement & Sovereign Risk Trade

Ketika yield naik karena utang negara membengkak ($40T) dan inflasi tak terkendali, pasar menyadari bahwa memegang uang fiat (kertas) maupun surat utang pemerintah memiliki risiko sistemik jangka panjang. Emas diburu sebagai safe haven absolut karena tidak memiliki risiko gagal bayar (counterparty risk).

B). Akumulasi Bank Sentral

Bank sentral global secara masif mendiversifikasi cadangan devisa mereka keluar dari obligasi AS ke emas fisik untuk menghindari risiko geopolitik, menciptakan lantai harga (price floor) yang sangat kokoh bagi XAU/USD

 

C. Logika Pergerakan DXY (Indeks Dolar) yang Unik

Melihat grafik DXY indeks dolar sempat naik ke area 101.50 pada bulan Juni/Juli (saat Wave B ke C kuning), namun kemudian mengalami penurunan struktural yang cukup dalam sepanjang Agustus, dan baru mencoba rebound terbatas di bulan September ke area 99.64.

Gambar 4 : DXY

Sumber : Trading View

A).  Logika DXY

Kenaikan yield obligasi AS biasanya otomatis membuat DXY reli kencang karena investor asing butuh Dolar untuk membeli obligasi tersebut. Namun, karena kenaikan yield saat ini disebabkan oleh kekhawatiran utang AS dan ancaman stagflasi, daya tarik Dolar sebagai mata uang tunggal cadangan dunia menjadi sedikit berkurang (underperformed) dibandingkan laju yield-nya.

     Ketidakmampuan DXY untuk menembus level tertinggi lamanya (masih tertahan di bawah 100-101.50) memberikan ruang yang sangat lega bagi XAU/USD untuk tetap kokoh dan tidak terkapar jatuh meskipun yield obligasi sedang berada di level tertinggi 18 tahun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebijakan Moneter Bank of England (BoE) dan Dampaknya terhadap Pasar

Tutorial Mendownload Aplikasi Forex Factory di Handphone Android Jadul

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Emas